POJOKNULIS.COM - Setiap orang tentunya memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda-beda yang terbentuk dari lingkungan dan kepribadian alami dari
Kepribadian melankolis adalah salah satu dari empat tipe kepribadian manusia berdasarkan watak dan perilaku. Tipe kepribadian lainnya adalah koleris, sanguinis, dan plegmatis.
Kata melankolis sendiri berasal dari bahasa Yunani "melaina kole" yang berarti empedu hitam.
Pada zaman dahulu, orang percaya bahwa empedu hitam yang dihasilkan oleh limpa adalah penyebab seseorang menjadi sedih, suram, atau termenung tanpa sebab.
Orang dengan kepribadian melankolis biasanya memiliki bakat kreatif, ketelitian, kesabaran, empati, dan loyalitas yang tinggi.
Hal ini bisa menjadi keunggulan bagi mereka dalam bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan tersebut, seperti seniman, guru dan profesi lainnya.
Selain itu, orang melankolis juga bisa menjadi teman, sahabat, atau pasangan yang setia, hangat, dan peduli terhadap orang-orang yang dicintai.
Orang dengan kepribadian melankolis cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Individu yang memiliki kepribadian melankolis cenderung mudah menyerap energi dari orang-orang di sekitar mereka, baik positif maupun negatif. Mereka juga peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.
- Mereka yang berkepribadian melankolis tidak mudah terpancing emosi dan bisa menghadapi masalah dengan bijak. Mereka juga tidak suka berdebat atau bertengkar.
- Orang yang berkarakter melankolis lebih suka menyendiri dan menghabiskan waktu dengan diri sendiri atau orang-orang terdekat. Mereka tidak mudah membuka diri atau mempercayai orang lain.
- Melankolis tidak suka mencoba hal-hal baru atau mengambil risiko. Mereka lebih memilih untuk menikmati kegiatan yang sudah familiar dan aman.
- Mereka memiliki standar tinggi untuk diri sendiri dan orang lain. Mereka ingin menyelesaikan tugas dengan cara yang benar dan hasil yang maksimal. Mereka juga sering menganalisis dan mengevaluasi segala sesuatu secara mendalam.
Ciri Khas Kepribadian Melankolis
Salah satu ciri khas yang membedakan kepribadian melankolis dari tipe kepribadian lainnya adalah kemampuan mereka untuk berpikir secara kreatif dan artistik.
Orang melankolis biasanya memiliki bakat dalam bidang seni, seperti musik, sastra, lukisan, atau fotografi.
Mereka mampu mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka melalui karya-karya seni yang indah dan menyentuh.
Orang melankolis juga dikenal sebagai sosok yang setia dan loyal. Mereka menghargai dan menjaga hubungan dengan orang-orang yang dicintai, baik keluarga, sahabat, pasangan, maupun rekan kerja.
Mereka tidak mudah berpaling atau mengkhianati orang lain. Mereka juga selalu memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Pekerjaan yang Cocok untuk Orang dengan Pribadi Melankolis
Berdasarkan karakteristik kepribadian melankolis, pekerjaan yang cocok untuk mereka adalah pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan empati. Beberapa contoh pekerjaan yang sesuai dengan tipe kepribadian ini adalah:
- Seniman, seperti musisi, penulis, pelukis, atau fotografer. Pekerjaan ini memungkinkan orang melankolis untuk menuangkan ide-ide dan perasaan mereka dalam bentuk karya seni yang unik dan menarik.
- Guru, konselor, atau psikolog. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, mendengarkan, memberi saran, dan membantu orang lain. Orang melankolis bisa menjadi sosok yang hangat, perhatian, dan peduli terhadap murid atau klien mereka.
- Peneliti, akademisi, atau ilmuwan. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan untuk menganalisis data, mencari informasi, membuat hipotesis, dan menyelesaikan masalah secara logis. Orang melankolis bisa menjadi sosok yang cerdas, teliti, dan kritis dalam bidang ilmu pengetahuan.
Orang dengan kepribadian melankolis perlu mengenali diri mereka sendiri dan mengembangkan potensi mereka sebaik mungkin.
Mereka juga perlu belajar untuk mengendalikan emosi mereka, bersikap lebih fleksibel dan terbuka terhadap perubahan atau kritik, serta mencari bantuan profesional jika merasa tidak mampu mengatasi masalah psikologis mereka sendiri.
Dengan begitu, mereka bisa menjalani pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dengan lebih bahagia dan sehat.