Bisnis Jastip - Kenali Cara Memulai Bisnis Jastip dan Risikonya

POJOKNULIS.COM - Berbicara tentang bisnis pasti ada saja cara-cara kreatif seseorang untuk bisa mendapatkan sumber penghasilan. Mulai dari bisnis kuliner, jasa mentor pengajar, hingga bisnis jastip.

Bisnis jastip adalah bisnis yang menawarkan jasa titip barang dari luar daerah atau luar negeri kepada konsumen yang menginginkan barang tersebut.

Ide bisnis ini bisa menjadi peluang menguntungkan bagi orang-orang yang sering bepergian ke tempat-tempat yang memiliki barang-barang unik, langka, atau murah.

Namun, bisnis jastip juga memiliki tantangan dan risiko yang perlu diperhatikan.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis jastip:

Tentukan Target Pasar dan Jenis Barang

Sudah pasti ketika akan memulai jastip tentunya tahu apa jenis barang dan siapa saja target pemasaran. Karena hal ini berkaitan dengan barang yang diminati dan menjadi barang menarik yang diinginkan tetapi susah untuk mendapatkan karena terkendala jarak.

Anda juga harus memperhatikan kualitas, ketersediaan, dan legalitas barang yang ingin dijual. Misalnya, jika ingin menjual kosmetik dari Korea Selatan, Anda harus memastikan bahwa produk tersebut memiliki izin edar di Indonesia, dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

Hitung Biaya Operasional dan Keuntungan

evaluasi-bisnis

Selanjutnya ialah perhitungkan semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis jastip, seperti biaya transportasi, pajak, bea cukai, asuransi, packing, pengiriman, dan lain-lain.

Anda juga harus menentukan harga jual barang yang sesuai dengan nilai pasar dan daya beli konsumen. Selain itu, lakukan riset harga dengan melihat situs-situs e-commerce atau media sosial yang menjual barang serupa.

Dan yang terpenting adalah harus menetapkan sistem pembayaran yang aman dan mudah, baik untuk konsumen maupun untuk supplier.

Membangun Kepercayaan Konsumen

Salah satu kunci sukses bisnis jastip adalah kepercayaan dan loyalitas dari konsumen dan supplier. Anda harus berkomunikasi dengan baik dengan mereka, memberikan informasi yang jelas dan akurat, serta menepati janji dan kesepakatan yang telah dibuat.

Dan yang lebih penting lagi adalah memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional, serta menyelesaikan masalah atau komplain yang mungkin timbul dengan bijak.

Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan bisnis, memberikan testimoni atau review dari konsumen puas, serta memberikan diskon atau bonus untuk konsumen setia.

Mengevaluasi dan Melakukan Perbaikan

target-pasar

Jika bisnis jastip sudah berjalan lakukan evaluasi dan perbaikan seperti jumlah transaksi, omzet, laba, tingkat kepuasan konsumen, dan lain-lain.

Anda juga harus mengikuti perkembangan pasar dan tren konsumen, serta mencari peluang untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.

Akan lebih efektif jika melakukan survei atau wawancara dengan konsumen atau supplier untuk mendapatkan masukan atau saran yang berguna untuk memperbaiki bisnis.

Bisnis ini bisa menjadi peluang menguntungkan bagi orang-orang yang sering bepergian ke tempat-tempat yang memiliki barang-barang unik, langka, atau murah.

Namun, bisnis jastip juga memiliki risiko dan tantangan yang perlu diperhatikan.

Berikut adalah beberapa risiko dalam bisnis jastip:

  1. Pelaku bisnis harus menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mencari, membeli, dan mengemas barang yang dipesan oleh konsumen. Anda juga harus berhati-hati agar tidak salah atau tertukar barang, serta memeriksa kualitas dan legalitas barang sebelum membelinya.
  2. Jika Anda menjalankan bisnis jastip saat liburan, mungkin tidak bisa menikmati liburan sepenuhnya. Anda harus mengorbankan waktu dan kesempatan untuk bersantai atau berwisata, karena harus fokus pada bisnis.
  3. Saat menjalankan bisnis maka harus siap berhadapan dengan berbagai macam pembeli yang mungkin memiliki permintaan, keluhan, atau perilaku yang merepotkan. Misalnya, pembeli yang labil, tidak jadi beli, menawar harga terlalu rendah, komplain tanpa alasan, atau bahkan menipu.
  4. Ada kemungkinan barang yang dibeli rusak saat dibawa pulang atau dikirim ke konsumen. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor transportasi, cuaca, atau kesalahan packing.
  5. Anda harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh konsumen atau supplier mengenai produk yang dijual. Anda harus memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup tentang produk tersebut, seperti brand, fungsi, kelebihan, cara penggunaan, dan lain-lain.

Seperti bisnis pada umumnya, begitu juga dengan jastip pasti memiliki berbagai macam kendala.

Maka dari itu berhati-hati dengan oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dari bisnis Anda dengan cara menipu atau mencuri data.

Misalnya, ada orang yang mengaku sebagai pembeli atau supplier, tetapi ternyata hanya ingin mendapatkan uang atau informasi pribadi.

Baca Juga